Home
HQM a.k.a Sou
08 August 2009 @ 09:53 pm
[this post is cross-posted: here]




Saya tahu, EVA: Rebuild 2.0 belum lama keluar (dan saya juga belum nonton Rebuild 1.0). Tapi, entah kenapa, rasanya nggak tahan untuk nggak memparodikan ilustrasinya mbak Mari Makinami. So yeah... :lol:

 
mari makinami arsenal parody

 
Mari Makinami in Arsenal kit. Mulai digambarnya Senin kemarin, dengan target selesai 2-3 hari -- tapi ternyata molor juga. ^^;

 
[full size: 1200x1587]

[visit my gallery]



 
Untuk yang belum tahu, EVA: Rebuild adalah semacam remake dari anime Neon Genesis Evangelion. Meskipun begitu, terdapat beberapa perbedaan dalam penceritaannya -- salah satunya adalah munculnya karakter Mari yang jadi model gambar di atas.

Saya sendiri tahu tentang Mari baru beberapa minggu lalu, ketika sedang jalan-jalan di internet dan menemukan ilustrasi yang satu ini. Hence the reference (and identical pose too). :P

Kenapa kemudian digambarnya dengan outfit Arsenal, saya rasa tak perlu dijelaskan lagi. Saya rasa para pembaca blog ini juga sudah tahu alasannya. =3=

*dilempar sandal karena gak jelas*

*bletaaakkk*

...

...

Anyway, that's that. Silakan dikomentari kalau berkenan, atau visit my gallery.

 

------

Ps:

Gambar telah di-update berdasarkan masukan pembaca. :P
 
 
HQM a.k.a Sou
16 November 2008 @ 12:24 am
[this post is cross-posted here]




Tadinya saya hendak menulis review untuk serial ini di blog. Meskipun begitu, sehubungan dengan adanya beberapa kesibukan, akhirnya rencana tersebut tertunda... oh well. Tanpa terasa sudah dua bulan lewat sejak serial ini selesai tayang di negeri asalnya.

Sebenarnya belum lama sih, tapi saya kok malas ya bikin review. ^^;;

Jadi, sebagai gantinya, kali ini saya akan membahas beberapa hal yang -- menurut saya -- cukup menarik untuk dicatat dari serial ini. Tentunya berdasarkan pendapat saya pribadi. Sebagaimana tahun lalu saya membahas CG dari sudut pandang lain, maka demikian juga tulisan untuk R2 kali ini. :D

Seperti apa catatannya? Here goes...

    Perhatian:

    Spoiler galore! Jika Anda belum nonton, atau berencana nonton dalam waktu dekat, sebaiknya Anda berhenti membaca saat ini juga. Post ini tidak baik untuk kesenangan Anda.
     
    Anda sudah diperingatkan. :mrgreen:


 

1. "Holy shit!" Moment

 

Mungkin Anda masih ingat pada pesta kelulusan Milly Ashford. Segala sesuatu terasa indah. Ninja Sayoko menggantikan Lelouch; Gino dikejar serombongan gadis; Anya mengendarai Mordred untuk ikut lomba. Sementara itu Shirley makin dekat dengan Lelouch...

...ketika, di akhir episode, kita melihat Jeremiah Gottwald mengaktifkan Geass Canceller keluaran terbaru.

 

jeremiah gottwald


 

Apa yang terjadi selanjutnya, kita semua sudah tahu. Sebenarnya, saya masih melongo waktu ending theme mulai mengalun. :P

 

2. Kita tidak butuh Rolo

 

Setidaknya, saya tidak butuh Rolo. (u_u)

Ayolaaah, dia itu cuma magnet yaoi fangirl pemuda cilik brother complex. Buat apa sih dikasih episode banyak-banyak? :mrgreen:

Harusnya 6-7 episode sudah cukup untuknya. Kita lebih perlu informasi tentang Bismarck, Knights of Rounds, atau keluarga Britannia... atau informasi tambahan tentang Geass. Bukannya nontonin cecunguk merindukan bulan Nii-san. :|

*ditabok fans Rolo*

 

3. Orang-orang Bangkit dari Kubur

 

Suzaku, Guilford, Cornelia, Nunnally, Sayoko-san... ada lagi? ^^;;

 

4. Dari mana datangnya Geass?

 

Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang™.

 

5. Figuran yang Saya Suka

 

Cecil-san.

bits-cgr2-cecil


 

IMO, beliau itu terkesan seperti gabungan Akiko Minase ditambah Ciel-senpai. So you know what this fuss is all about. :lol:

 

6. Cue Irony

 

Nina menciptakan FLEIA, sebuah senjata pemusnah massal. Kemudian dia menyesal.

Ada yang tahu nama keluarganya Nina?

 

7. Hal yang Terlalu Ajaib

 

Bagaimana mungkin Lulu bisa memasukkan rekaman video "interaktif" di episode 24, tanpa ada selip dalam melakukan timing? Dia bereaksi tepat setelah Schneizel selesai bicara. Dan itu terjadi bolak-balik. :?

Saya yakin bahwa Lulu sudah mencuri transkrip episode 24 -- dan menghapalnya -- sebelum dia menyerbu Damocles. Pasti itu!! :evil:

 

8. Shirley... T__T

 

...yang ini tak perlu dijelaskan. Saya yakin Anda mengerti.

 

shirley clamp artwork


 

SHIRLEY... :cry:

*nangis bombay*

 

9. CLAMP Design, All Get X'ed

 

Sejak season 2 dimulai, ending theme serial ini diwarnai oleh ilustrasi dari CLAMP. Jika Anda pernah memperhatikan artwork serial X, maka Anda akan merasa... familiar. :mrgreen:

Sayap putih? Sayap kelelawar? Bishonen dirantai-rantai?

Semua ada. :lol:

 

code geass r2 ending scene - suzaku


W-wha... Suzaku? :shock:



 

code geass r2 ending scene - C.C


This is even more Kamui than Lulu



 

code geass r2 ending scene - rolo nunnally


Okay, I get too much X already...



 

code geass r2 ending scene - suzaku lelouch


*muntah darah* =_=!



 

Saya curiga bahwa CLAMP melampiaskan kekecewaan, atas hiatusnya X, lewat artwork CG R2. Hmmmmm. :?

 

10. Schneizel, oh Schneizel...

 

Seandainya saja dikau punya Geass...

Seandainya saja dikau punya mecha...

Seandainya saja dikau punya Geass Canceller -- atau Geass Blocker -- atau apapun itu yang bisa membuatmu tetap digdaya...

 

schneizel el britannia


 

Dikau pasti mampu mengalahkan adikmu yang menyebalkan itu... :cry:

*kecewa berat*

*Lulu sucks!* :evil:

 

11. Finale: Apakah Lulu masih Hidup?

 

Lebih baik tidak. Sebagaimana saya pernah bilang, dia akan lebih ganteng kalau tetap mati. Percayalah. (u_u)

 

***



 
Pertanyaan Bonus. Ada Ide Pairing?

 
Shirley x Lulu. Di alam sana.

 
BTW, nama "Karen Weinberg" kedengarannya bagus juga. Masih lebih keren dibanding "Karen Kururugi", sih. :lol:

*ditabok karena bikin pasangan seenaknya*
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
[this post is cross-posted: here]



Catatan:

Post ini khusus membahas berbagai partikel end-sentence dalam bahasa Jepang.

Post-post lain tentang bahasa Jepang di blog ini bisa Anda temukan di halaman direktori nihongo.


 

Dalam Bahasa Jepang, terdapat sekelompok partikel yang umum diletakkan di bagian akhir kalimat (sentence final particle). Partikel-partikel ini umumnya berfungsi untuk menjelaskan konteks dari kalimat awalnya -- apakah itu untuk bertanya, menegaskan opini, melakukan persuasi, ataupun lain sebagainya.

Saa, hajimemashou... ^^

 

 
1. Partikel "ka"

 
Partikel "ka" berfungsi untuk membentuk kalimat tanya. Partikel ini bisa dibilang cukup 'sakti' -- kalimat berita apapun, apabila ditambahkan partikel ini di akhir kalimatnya, akan seketika berubah menjadi kalimat tanya.

Contoh:


Asli:

[JAP] C-san wa AMERIKA-jin desu.
[INA] Tuan C (adalah) orang Amerika.

+ ka

[JAP] C-san wa AMERIKA-jin desu ka ?
[INA] Apakah Tuan C orang Amerika?


Di sini partikel "ka" berperan sebagai question mark. Apabila suatu kalimat diakhiri dengan "ka", maka kalimat itu pastilah kalimat tanya! :D


Asli:

[JAP] Yoshi-kun wa koko ni imasu.
[INA] Yoshi-kun ada di sini.

+ ka

[JAP] Yoshi-kun wa koko ni imasu ka ?
[INA] Apakah Yoshi-kun ada di sini?


 

2. Partikel "yo"

 
Partikel "yo" berfungsi untuk memberi penegasan dalam kalimat. Pada umumnya, partikel ini digunakan ketika menyampaikan ide/pendapat/opini yang cenderung subyektif; meskipun begitu bisa juga dipakai untuk menekankan kebenaran dari informasi yang disampaikan.

Adapun contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:


[JAP] Ano ko wa kawaii desu yo.

-> "ano ko" = "anak itu"
-> "kawaii" = "lucu" / "imut-imut"

[INA] Menurut saya, anak itu lucu.

(menyampaikan opini)


Contoh lain:


[JAP] Omae o matteru, yo.

-> "omae" = "kamu" (informal)
-> "matteru" = "tunggu"

[INA] Kamu sedang ditunggu, lho.

(menekankan berita)


Intinya, partikel "yo" adalah yang Anda butuhkan jika hendak menegaskan apa yang sedang disampaikan. Sebagai perbandingan, dalam bahasa Inggris fungsi ini biasanya diwakili oleh frase "...you know" atau "...so I think" di akhir kalimat. ^^

 

3. Partikel "ne"

 
Yang ini berfungsi sebagai pemberi kesan halus/persuasi dalam berbicara. Meskipun demikian, "ne" juga memiliki kegunaan lain -- yakni memunculkan pertanyaan balik di akhir kalimat (question tag).

Misalnya, untuk penggunaan yang pertama,


[JAP] Ashita kara, kore wa kimi no gakusei da. Ne?

-> "ashita kara" = "mulai besok"
-> "gakusei" = "sekolah"

[INA] Mulai besok, ini sekolahmu yang baru. OK?

(melakukan persuasi)



[JAP] Sono kimochi ga wakaru; dakara, kinishinaide. Ne?

-> "kimochi" = "perasaan"
-> "dakara" = "karena itu" / "oleh karena itu"
-> "kinishinaide" = "jangan khawatir"

[INA] (Saya) mengerti perasaanmu; oleh karena itu, jangan khawatir. Ya?</i>

(melakukan persuasi)



Sedangkan untuk penggunaan yang kedua,


[JAP] Kyou wa, Sanae-san ga kirei desu, ne?

-> "kyou" = "hari ini"
-> "kirei = "cantik"

[INA] Hari ini, Nona Sanae terlihat cantik, bukan?

(menanyakan pendapat lawan bicara)



[JAP] Hachigatsu no yuki ga aru no? Kiseki, da ne?

-> "hachigatsu" = "bulan Agustus"
-> "yuki" = "salju"
-> "kiseki" = "keajaiban" / "mukjizat"

[INA] Ada salju di bulan Agustus? Itu pasti mukjizat, bukan?

(menanyakan pendapat lawan bicara)


***



 

Variasi Penggunaan dalam Kalimat

 
Dalam penggunaan sehari-hari, terkadang ada beberapa varian partikel end sentence yang diturunkan dari tiga partikel di atas. Umumnya perubahan ini terjadi karena nuansa informal yang ingin dihadirkan; e.g. ketika Anda sedang berbicara dengan teman atau keluarga.

Beberapa variasi yang terjadi, antara lain:

  1. ne menjadi na~


  2. "Na~" -- dengan 'a' panjang; berbeda dengan partikel "na" -- memiliki manfaat yang sama persis dengan "ne". Meskipun demikian, kesan yang ditimbulkannya sangat informal dan berkesan "setengah hati".

    Kesan ini lebih tampak dalam penerjemahan sebagai berikut:


    [JAP] Aitsu wa okotteirunda. Taihen, da na~...

    [INA] Dia sedang marah. Susah juga yaa...



    [JAP] Hai, hai, wakatteiru. Warui na~...

    [INA] Ya, ya, saya mengerti. Maaf deh...


  3. yo menjadi zo


  4. Yang ini biasanya diucapkan oleh pria; kesannya cenderung informal dan berpretensi kasar.


    [JAP] Ano "MATRIX" no eiga wa kakkoi da zo.

    [INA] Film "MATRIX" yang itu keren, lho.



    [JAP] Ah, Rika-chan da! Kawaii zo!

    [INA] Ah, itu Rika-chan. Dia lucu sekali!


  5. ne di awal kalimat


  6. Yang ini agak berbeda dengan pokok bahasan kita tentang partikel end-sentence, sebab partikelnya sendiri justru diletakkan di awal kalimat. Meskipun demikian, saya rasa ada baiknya bila sekalian dijelaskan di sini. (o_0)"\

    Dalam penggunaan ini, partikel "ne" digunakan untuk memanggil orang yang sedang diajak bicara. Konsepnya kurang lebih sama dengan kata "hei" dalam bahasa Indonesia:


    [JAP] Ne, chotto matte yo!

    [INA] Hei, tunggu sebentar!


  7. Question mark dengan kai


  8. Bentuk yang lebih lembut untuk bertanya dibandingkan "ka", digunakan oleh pria. Kalau Anda pernah mendengar lagu "Konayuki" dari Remioromen, Anda bisa mendengar penggunaan question mark model ini di dalamnya. ^^


    [JAP] Sore ga dekita no kai?

    [INA] Bisakah seperti itu?



 

Catatan Khusus:
Kalimat Tanya tanpa Question Mark


 
Walaupun secara default kalimat tanya dalam bahasa Jepang memerlukan partikel "ka", terdapat satu kondisi di mana Anda tak perlu memanfaatkannya sama sekali. Meskipun demikian, sebagai gantinya, Anda harus memberikan intonasi yang tepat untuk mengesankan pertanyaan Anda.

Dalam bahasa Jepang, intonasi yang 'tepat' ini dimunculkan dengan memberi penekanan pada suku bunyi terakhir dalam kalimat.

Contoh:


[JAP] Sonna koto iwanaide! Otoko da yo!?
[INA] Jangan bicara seperti itu! Kamu laki-laki, kan!?

(bagian "yo" diucapkan agak tinggi dan memanjang)



[JAP] Anpan ga suki na no?
[INA] Apakah kamu suka roti selai?

(bagian "no" diucapkan agak tinggi dan memanjang)


Hal yang sama berlaku jika kita hendak mengajukan pertanyaan singkat dan sekedarnya, e.g.:


[JAP] Hitori?
[INA] (Anda) sendirian?

(bagian "ri" diucapkan agak tinggi dan memanjang)



[JAP] Shitteru?
[INA] (Anda) sudah tahu?

(bagian "ru" diucapkan agak tinggi dan memanjang)


Tentunya harus dicatat bahwa penggunaan di atas itu cenderung crippled secara gramatikal, dan tidak untuk digunakan dalam pembicaraan resmi. Walaupun masih efektif jika dipakai untuk keseharian saja.

***



Yah, dan kurang lebih demikianlah pembahasan untuk bagian 6 kali ini. Bagian selanjutnya akan membahas tentang tenses dan bentuk kata dalam kalimat; dengan beberapa catatan khusus yang bisa Anda baca di bagian bawah post ini.

Sekian, terima kasih. :)

 

 
[bersambung ke bagian 7]

 
------

Ps:

Sehubungan dengan sudah tercakupnya pembahasan tentang partikel-partikel dasar dalam bahasa Jepang, maka saya akan mulai membahas tentang tenses dan imbuhan/perubahan bentuk kata di post berikutnya.

Adapun beberapa partikel yang fungsinya relatif minor akan saya tambahkan secara stand-alone di masa depan, sebagaimana post sebelumnya tentang pronomina yang ini dan ini. ^^
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
[this post is cross-posted here]




Melanjutkan pembahasan sebelumnya di sini.

 
Catatan:

Post-post lain tentang bahasa Jepang di blog ini bisa Anda temukan di halaman direktori nihongo.


 

6. Partikel "kara"

 
Partikel "kara" memiliki tiga fungsi dalam kalimat bahasa Jepang, dengan pembagian sebagai berikut:

 

(a) menyatakan asal

 
Dalam konteks ini, "kara" dipakai untuk menjelaskan dari mana suatu benda X berasal. Dalam Bahasa Indonesia, penggunaan ini diwakilkan oleh kata "dari".

Misalnya Anda hendak menjelaskan bahwa Anda baru saja datang dari Jakarta. Dalam bahasa Jepang, Anda bisa menggunakan kalimat sebagai berikut:


[JAP] Watashi wa Jakarta kara kita.

-> "Watashi" = "saya"
-> "kita" = "datang" (bentuk lampau dari "kuru")

[INA] Saya datang dari Jakarta.


Contoh lain...


[JAP] Kimi kara no PUREZENTO wa daisuki desu.

-> "kimi" = "kamu"
-> "PUREZENTO" = "hadiah" (serapan dari kata Inggris "present")
-> "daisuki" = "sangat suka" / "sangat menyukai"

[INA1] Hadiah dari kamu, (saya) sangat suka.

[INA2] (Saya) sangat menyukai hadiah dari kamu.
-> (bentuk kalimat disempurnakan)


 

(b) menyatakan sejak

 
Well... seperti kata "sejak" dalam bahasa Indonesia. What else? ^^;


[JAP] Nananen mae kara, Taro wa BA de hataraku.

-> "nananen mae" = "tujuh tahun lalu"
-> "BA" = "bar" (serapan dari kata Inggris yang sama)
-> "hataraku" = "bekerja"

[INA] Sejak tujuh tahun lalu, Taro bekerja di bar.




[JAP] Daigaku toki kara, ano futari wa tomodachi desu.

-> "daigaku toki" = "saat kuliah" / "waktu kuliah"
-> "ano futari" = "dua orang itu" / "mereka berdua"
-> "tomodachi" = "teman baik"

[INA1] Sejak kuliah, mereka berdua teman baik.
(literal)

[INA2] Mereka berdua teman baik sejak kuliah.
(bentuk kalimat disempurnakan)


 

(c) menyatakan sebab

 
Untuk penggunaan ini, partikel "kara" memiliki fungsi yang mirip dengan kata "karena" dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah menghubungkan dua buah klausa dengan hubungan sebab-akibat.

Contoh:


[JAP] Okane ga aru kara, karaoke he ikimashou!

-> "okane" = "uang"
-> "aru" = "ada" / "dimiliki"
-> "ikimashou" = "ayo pergi"

[INA] Karena kita ada uang, mari pergi karaoke!



[JAP] Jikan ga nai kara, watashi wa KURASU he hashiru.

-> "jikan" = "waktu"
-> "nai" = "tidak ada" / "kehabisan"
-> "KURASU" = "kelas"
-> "hashiru" = berlari"

[INA] Karena kehabisan waktu, saya berlari ke kelas.


***



 
6. Partikel "made"

 
Partikel "made" merupakan kebalikan dari fungsi (b) partikel "kara" yang telah dibahas sebelumnya. Jika "kara" diantaranya berfungsi menyatakan "sejak", maka partikel "made" memiliki fungsi menyatakan makna "hingga".

Bersinonim juga dengan kata "sampai" dalam bahasa Indonesia.

Contoh penggunaan:


[JAP] Juunigatsu made, Arima-san ga Yokohama ni imasu.

-> "juunigatsu" = "Desember" / "bulan Desember"
-> "imasu" = "ada" / "berada" (bentuk -masu dari "iru")

[INA1] Hingga bulan Desember, Tuan Arima berada di Yokohama

[INA2] Tuan Arima berada di Yokohama hingga bulan Desember.
-> (bentuk alternatif)




[JAP] Tokyo made arukidasou!

-> "arukidasou" = "ayo berjalan kaki" (bentuk dasar: "arukidasu")

[INA] Ayo jalan kaki sampai Tokyo!


Partikel "made" bisa juga digunakan untuk menjelaskan "hingga kondisi tertentu". Misalnya,


[JAP] Moetsukiru made, ore wa ganbaru!

-> "moetsukiru" = "kelelahan" / "tak mampu lagi bekerja"
-> "ore" = "saya" (laki-laki, informal)
-> "ganbaru" = "berjuang"

[INA1] Sampai tak mampu lagi, saya akan berjuang!

[INA2] Saya akan berjuang sampai tak mampu lagi!




[JAP] Asa ga kuru made, boku wa nemurenai.

-> "asa" = "pagi"
-> "kuru" = "tiba"
-> "boku" = "saya" (untuk laki-laki)
-> "nemurenai" = "tak bisa tidur"

[INA] Hingga pagi tiba, saya tak bisa tidur.


***



 

 

Bersambung ke bagian 6... surprisingly, masih tentang partikel. Kapan saya bahas tenses kalo begini? ^^;
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
[this post is cross-posted: here]



Just want to post random lyrics for now. Enjoy. :)

 
Note:

Translation done by me. The romaji is transliterated based on my listening, since I couldn't find the official lyrics. Feel free to correct if you find any mistaken words or phrases down there.

(hope there aren't many, though)



 

 
Title: Zutto, Zutto
Artist: Chihiro Yonekura
From album: "Cheers" (2005)

 

 
omoi ga afureta, yasashii koro o kiiteita
kogoeta tenohira wo atatamete ageru
mou fuu ni kuru mata kokoro wa kitto ari no mama dakara
"nemuru made sobani ite ne", me o tojite yubi o kasaneta


My feelings overflow as I recalled those gentle moments,
and warms these once frozen palms
The wind comes yet again, surely like in my heart
"Be with me until I fall asleep", when I close my eyes, our fingers met


furi tsumoru, shiroi yoru, atatakai koe
tada ude no naka, nakitaku naru
itsumademo kono nukumori wo kienai you ni,
zutto, zutto


The snowfall that piles up, the white night, and the warm voice
but in your arms, I wanted to cry
Until the end of time, this warmth will never disappear--
stays always and always


wakatteiru no ni, gomen ne komarasete bakari da ne
waga mama wo shika atta kureru, yasashisa ga ureshikatta


Now that I've understood, I'm sorry, for always troubling you
I couldn't do anything, but your kindness always made my day
[1]


mata shiroi fuyu ga kite, onaji kimochi de
anata no koto o omotteiru
kono koi ga saigo no koi ni,
narimasu you ni, inoru you ni


The white winter comes again, with the same feelings
as I think about you
This love, it will be my final one
so I wish, so I pray


dakishimerareta toki, fushigi ne,
nanika wo kanjita
dokoka ni iru to, shinjiteta
taisetsuna, taisetsuna hito


At those times when I could hug you, strangely,
There's something I felt
No matter where you are now, I believe
That you're my precious, precious person


yawarakana nukumori ni, fureta kuchibiru
tada itoshikute, nakitakunaru
sasayakana shiawase wo kokoro kara arigatou,
hontou ni, hontou ni aete yokatta
anata no soba de ikiteitai


the tender warmth, and the touching lips
although it was dear for me, I want to cry
Thank you for the happiness, though slim, I mean it from my heart
I'm really, really glad to have ever met you
I wish I could live by your side


itsumademo kono nukumori wo kienai you ni,
hitomi tojita

zutto, zutto, anata ga suki...


Until the end of time, this warmth will never disappear
even when I closed my eyes

Always and always. I love you...


 

 

-----

T/N:

 
[1] It's not the literal meaning. As far as I could get it, the words "waga mama wo shika atta kureru" literally means "my condition was nothing but exist", while "yasashisa ga ureshikatta" would be "kindness was (making me) happy".

I think it embodies the idea of someone who didn't think highly of him/herself, but still found happiness in the other's treatment. Hence the translation.
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
[this post is cross-posted: here]




Three cardinal laws in Mikuni Shimokawa hits: (1) easy listening or ballads, (2) nasalish vocal, and (3) simplistic-yet-adequate arrangements of the tracks. And Sayonara mo Ienakatta Natsu, if any, stays mostly true to all of them. ;)

Side note:

In case you don't know about her and ended up asking "Mikuni Who?", feel free to check on these references. ^^

[Mikuni Shimokawa's Wikipedia Entry]
[Mikuni Shimokawa's Entry on ANN]
</i>


Soo, back to the topic. I eventually got my hand to this July 2007 release album, which serves as the singer's 4th full-album as well. It was about last month, when I eventually got my hands on the tracks... it was 11 tracks in all. To sum it up: it's your usual Shimokawa-genre with the mixture of pops and ballads in it.

Not everything is fresh-from-oven however, since you'll find about four tracks ported from her two-previous hits singles (i.e. Minamikaze and Bird). A slight minus in my opinion -- though if you never listened to them before, you might find that the compilation is rather well-packed instead. ;)

Well, that's for the intro. Comes the article...

 

About this Album:

 

Sayonara mo Ienakatta Natsu - Album Cover

 
Artist Mikuni Shimokawa
Genre(s) Easy listening, Ballads, Pop
Number of Tracks 11
Release Date July 4, 2007



 


Tracklist:


01. Futari no KAMERA 3:49
02. Sayonara mo Ienakatta Natsu 4:11
03. Ai-iro no Sora no Shita de 4:35
04. Ubiquitous 3:02
05. Kimi no Negai 4:34
06. My Home 3:57
07. Minamikaze 4:05
08. Bird -album mix- 5:07
09. Mouichido Kimi ni Aitai 5:11
10. Altair 3:07
11. Sayonara no Owari ni 5:32



 

On My Notes...

 
Listeners familiar with Shimokawa's vocal from her early albums might have noticed that her vocal has gained a little more power in it -- most considerably, after she released Minamikaze in 2005. Try comparing her Alone (2000) with the eponymous ace-song Minamikaze, and you'd get what I mean. ;) In my opinion, the same tendency continues in Bird (2006), though, of course, that doesn't make her a singer-with-powerful-vocal like Maaya Sakamoto or Utada Hikaru. Somehow, I just get the feeling that her vocal got... matured? Or something like that.

Well, that quality is also there in this album. The now-stronger vocal -- mainly in track #2, #6, #7, #10 -- serves me impression that her way of singing somehow changed: from your usual-20-something anison-specialist into a more serious listening audience. Though slightly, compared to her early hits like the so-ballad Karenai Hana or Alone.

However, despite the vocal development, her style is somewhat reminiscent of the classics we can mention. It's kind of fun that track #4 Ubiquitous reminds me of All The Way (2003) in its own way; or how track #1 Futari no KAMERA's guitar arrangement, in some parts, sounds -- subjectively -- like Sore ga Ai, Deshou?'s. There are also somewhat-experimental musicalities that departed from her classics, like track #3 Ai-iro Sora no Shita de (it's folk. For God's sake: Shimokawa-san sings folk! xD ). Another would be track #10 Altair, which, in my opinion, is a Maaya Sakamoto's Yuunagi Loop slightly-sounds-alike.

 

On The Tracks...

 

1. Futari no KAMERA (3:49)

A slightly upbeat song with a good reff. Somehow reminds me of Sore ga Ai, Deshou? with its guitar and backing vocal.

2. Sayonara mo Ienakatta Natsu (4:11)

Pop-ballad track which, in my opinion, can fit to be Notting Hill movie's soundtrack -- if only lyricised in English. :P An easy-listening track people may want to find in drama scenes.

3. Ai-iro no Sora no Shita de (4:35)

Shimokawa-san's now-stronger vocal mixed with folk-styled arrangement. Reminds me a bit of The Corrs -- though I (personally) don't see it as very enjoyable.

4. Ubiquitous (3:02)

Cute song with cute arrangement. Catchy with its guitar interlude. Young woman in love? You bet. :mrgreen:

5. Kimi no Negai (4:34)

A port from her earlier Bird single. A light-hearted song that people may want to listen to in the morning.

6. My Home (3:57)

Nicely-arranged song, with the bass and drums adding up well to the vocal. One of my favorites.

7. Minamikaze (4:05)

An ace-song from the 2005 Minamikaze single. An upbeat piece with quite excellent arrangement, though I personally feel that she stretched her voice a tad bit in this one.

8. Bird -album mix- (5:07)

Ported from the 2007 Bird single. A rather good ballad that got remixed for the album version. I still prefer the original version, though. ^^;;

9. Mouichido Kimi ni Aitai (5:11)

The fourth unoriginal song in this album, also from the 2005 Minamikaze single. Slow-serenade type ballad with hopeful sounding lyrics, which somehow reflects an aura of solitude.

10. Altair (3:07)

A typical easy-listening pop track with the usual beats. Slightly sounds comparable to Maaya Sakamoto's Yuunagi Loop, though it might be just me. ;)

11. Sayonara no Owari ni (5:32)

Slow serenade-type ballad with minimal instrumental arrangement. Has identical impression as the song Tegami from her Bird single album, while the latter has more highs and ups compared to the first.


 

Conclusion

 
Having listened to this album for a while, I'd say that this album is quite a good compilation of pop and easy listening tracks. At least, most of the tracks are leisurely enjoyable. The tracks are good, and still wouldn't disappoint those who are familiar with the singer's earlier anison hits as I've mentioned above. The only significant minus aspect in this album is that it contains four ported tracks from two previous singles, rather than a fresh 11... leaving objections of those who have listened to Bird and Minamikaze before.

...which, unfortunately, is a group of people I belong to. Oh well. :lol:

So, the final words: if you're into easy listening songs, or if you're a seasoned Mikuni Shimokawa fan, then this album is likely to suit your taste. Even better if you haven't listened to Minamikaze and Bird at all -- I mean it. ;)

 

Personal Rate:

8/10

 
Track Recommendations:

#1, #2, #4, #6, #7, #9, #10
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
Note: originally posted [here]



Melanjutkan pembahasan tentang kata ganti orang pertama dan kedua di sini

 
Catatan:

Post-post lain yang berkaitan dengan bahasa Jepang di blog ini bisa Anda temukan di halaman khusus tersendiri.


 

Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal

(i.e. “dia”, “orang itu”, dan sebagainya)

 
[JAP] "kare"
[Kanji]

–> Dipakai untuk menyatakan "dia" yang merujuk pada laki-laki. Kurang lebih sama dengan kata "he" dalam bahasa Inggris.

Catatan: kata ini bisa juga digunakan untuk menyebut kekasih (pria); meskipun begitu bentuk yang lebih umum untuk fungsi tersebut adalah "kareshi" (彼氏).

 

[JAP] "kanojo"
[Kanji] 彼女</b>

–> Dipakai untuk menyatakan "dia" yang merujuk pada perempuan; kurang lebih sama dengan kata "she" dalam bahasa Inggris. Sama dengan "kare", "kanojo" juga bisa dipakai untuk menyebut kekasih (dalam hal ini wanita).

 

[JAP] "aitsu"
[Kanji] 彼奴 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana あいつ

-> Bentuk informal untuk menyatakan "orang itu". Berasal dari gabungan kata "ano" (彼,'itu') + "yatsu" (奴, 'orang'/'seseorang').

 

[JAP] "soitsu"
[Kanji] 其奴 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana そいつ

-> Informal, sama dengan "aitsu". Gabungan dari kata "sono" (其, 'itu') + "yatsu" (奴). Relatif jarang dipakai dibandingkan "aitsu".

 

[JAP] "koitsu"
[Kanji] 此奴 ; meskipun begitu lebih sering ditulis dengan hiragana こいつ

-> Bentuk informal untuk menyatakan "orang ini". Gabungan dari kata "kono" (此, 'ini') + "yatsu" (奴).

 

 
Kata Ganti untuk Bentuk Jamak

(i.e. “kami”, “mereka”, dan sebagainya)

 

Untuk membentuk kata ganti jamak, Anda bisa menambahkan akhiran -tachi atau -ra (untuk penggunaan informal) pada kata ganti tunggal.

Contoh:

[JAP] "Watashi"(私) + "-tachi" (たち) = "Watashitachi"(私たち)
[INA] (saya) + (-tachi) = (kami)

[JAP] "Kare"(彼) + "-ra" (ら) = "Karera"(彼ら)
[INA] (dia) + (-ra) = (mereka)

-> umumnya untuk menyatakan sekelompok laki-laki

 

Meskipun begitu, penggunaan akhiran -ra dan -tachi ini sangat tergantung pada kata ganti apa yang hendak Anda imbuhkan. Misalnya, Anda bisa saja membentuk jamak dari kata "boku" (僕) menjadi "bokura" (僕ら) serta "bokutachi" (僕たち) -- tetapi, Anda tak bisa membentuk kata ganti jamak seperti "kimira" (kimi + ra) atau "watashira" (watashi + ra).

Oleh karena itu, berikut ini saya sertakan tabel mengenai bentuk kata-kata ganti tunggal dan transformasi bentuk jamaknya. Tentunya perlu dicatat bahwa yang saya tampilkan di sini hanya penggunaan umum saja. ;)


.................. .................. ..................
Bentuk Asal -tachi -ra
.................. .................. ..................

watashi
atashi
watakushi
atakushi

watashitachi
atashitachi
watakushitachi
atakushitachi
-
.................. .................. ..................

boku

bokutachi
bokura

ore

oretachi
-</b>
.................. .................. ..................

anata
anta
kimi

anatatachi
antatachi
kimitachi
-
.................. .................. ..................

omae

omaetachi
omaera

temme

-
temmera
.................. .................. ..................

kare

-</li>
karera

kanojo[1]

-
-
............ ............ ............

aitsu
soitsu
koitsu

-[2]

aitsura
soitsura
koitsura


 

Keterangan:

[1] "kanojo" biasanya tak disebut dengan jamak; penggunaan untuk ini umumnya di-cover oleh "aitsura".

[2] AFAIK, sebetulnya bukannya tidak ada. Rasanya saya pernah menemukan penggunaan "aitsutachi" sebelumnya... tapi saya tak begitu yakin. Mungkin di film. Ada yang tahu? :?

 

 
Catatan Tambahan mengenai suffix -tachi

 
Secara umum, -tachi mempunyai kegunaan tambahan, yaitu menyatakan grup yang menyertai seseorang. Di Bahasa Indonesia, kita biasa menyebutnya "dan kawan-kawan". ^^

Contoh:


[JAP] Yamada-san-tachi wa Tokyo e ikimasu
[INA] Tuan Yamada dan kawan-kawan pergi ke Tokyo


Akhiran -tachi juga dapat digunakan untuk menyatakan keadaan benda yang "banyak" atau "lebih dari satu". Misal:

[JAP] koibitotachi
[INA] "pasangan kekasih"
--> bisa juga bermakna "pasangan-pasangan kekasih"

[JAP] hitotachi
[INA] "orang-orang" / "banyak orang"

***



Sekian topik tentang kata ganti dan bentuk jamaknya. Tambahan, koreksi, atau pertanyaan bisa disampaikan lewat fasilitas komentar di bagian bawah post ini. ;)
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
---[originally posted here]---

 


Melanjutkan pembahasan sebelumnya di sini.

 
Catatan:

Post-post lain tentang bahasa Jepang di blog ini bisa Anda temukan di halaman direktori nihongo.


 

6. Partikel "kara"

 
Partikel "kara" memiliki tiga fungsi dalam kalimat bahasa Jepang, dengan pembagian sebagai berikut:

 

(a) menyatakan asal

 
Dalam konteks ini, "kara" dipakai untuk menjelaskan dari mana suatu benda X berasal. Dalam Bahasa Indonesia, penggunaan ini diwakilkan oleh kata "dari".

Misalnya Anda hendak menjelaskan bahwa Anda baru saja datang dari Jakarta. Dalam bahasa Jepang, Anda bisa menggunakan kalimat sebagai berikut:


[JAP] Watashi wa Jakarta kara kita.

-> "Watashi" = "saya"
-> "kita" = "datang" (bentuk lampau dari "kuru")

[INA] Saya datang dari Jakarta.


Contoh lain...


[JAP] Kimi kara no PUREZENTO wa daisuki desu.

-> "kimi" = "kamu"
-> "PUREZENTO" = "hadiah" (serapan dari kata Inggris "present")
-> "daisuki" = "sangat suka" / "sangat menyukai"

[INA1] Hadiah dari kamu, (saya) sangat suka.
(literal)

[INA2] (Saya) sangat menyukai hadiah dari kamu.
(bentuk kalimat disempurnakan)


 

(b) menyatakan sejak

 
Well... seperti kata "sejak" dalam bahasa Indonesia. What else? ^^;


[JAP] Nananen mae kara, Taro wa BA de hataraku.

-> "nananen mae" = "tujuh tahun lalu"
-> "BA" = "bar" (serapan dari kata Inggris yang sama)
-> "hataraku" = "bekerja"

[INA] Sejak tujuh tahun lalu, Taro bekerja di bar.




[JAP] Daigaku toki kara, ano futari wa tomodachi desu.

-> "daigaku toki" = "saat kuliah" / "waktu kuliah"
-> "ano futari" = "dua orang itu" / "mereka berdua"
-> "tomodachi" = "teman baik"

[INA1] Sejak kuliah, mereka berdua teman baik.
(literal)

[INA2] Mereka berdua teman baik sejak kuliah.
(bentuk kalimat disempurnakan)


 

(c) menyatakan sebab

 
Untuk penggunaan ini, partikel "kara" memiliki fungsi yang mirip dengan kata "karena" dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah menghubungkan dua buah klausa dengan hubungan sebab-akibat.

Contoh:


[JAP] Okane ga aru kara, karaoke he ikimashou!

-> "okane" = "uang"
-> "aru" = "ada" / "dimiliki"
-> "ikimashou" = "ayo pergi"

[INA] Karena kita ada uang, mari pergi karaoke!



[JAP] Jikan ga nai kara, watashi wa KURASU he hashiru.

-> "jikan" = "waktu"
-> "nai" = "tidak ada" / "kehabisan"
-> "KURASU" = "kelas"
-> "hashiru" = berlari"

[INA] Karena kehabisan waktu, saya berlari ke kelas.


***



 
7. Partikel "made"

 
Partikel "made" merupakan kebalikan dari fungsi (b) partikel "kara" yang telah dibahas sebelumnya. Jika "kara" diantaranya berfungsi menyatakan "sejak", maka partikel "made" memiliki fungsi menyatakan makna "hingga".

Bersinonim juga dengan kata "sampai" dalam bahasa Indonesia.

Contoh penggunaan:


[JAP] Juunigatsu made, Arima-san ga Yokohama ni imasu.

-> "juunigatsu" = "Desember" / "bulan Desember"
-> "imasu" = "ada" / "berada" (bentuk -masu dari "iru")

[INA1] Hingga bulan Desember, Tuan Arima berada di Yokohama
(literal)

[INA2] Tuan Arima berada di Yokohama hingga bulan Desember.
(bentuk alternatif)




[JAP] Tokyo made arukidasou!

-> "arukidasou" = "ayo berjalan kaki" (bentuk dasar: "arukidasu")

[INA] Ayo jalan kaki sampai Tokyo!


Partikel "made" bisa juga digunakan untuk menjelaskan "hingga kondisi tertentu". Misalnya,


[JAP] Moetsukiru made, ore wa ganbaru!

-> "moetsukiru" = "kelelahan" / "tak mampu lagi bekerja"
-> "ore" = "saya" (laki-laki, informal)
-> "ganbaru" = "berjuang"

[INA1] Sampai tak mampu lagi, saya akan berjuang!
(literal)

[INA2] Saya akan berjuang sampai tak mampu lagi!
(bentuk alternatif)



[JAP] Asa ga kuru made, boku wa nemurenai.

-> "asa" = "pagi"
-> "kuru" = "tiba"
-> "boku" = "saya" (untuk laki-laki)
-> "nemurenai" = "tak bisa tidur"

[INA] Hingga pagi tiba, saya tak bisa tidur.


***



 

 

Bersambung ke bagian 6... surprisingly, masih tentang partikel. Kapan saya bahas tenses kalo begini? ^^;
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
02 March 2008 @ 09:40 pm
--[originally posted here]--




Jika Anda menyukai drama dengan plot sangat kompleks, yang diiringi oleh nuansa ekonomi dan perbankan yang amat kental, maka serial ini cocok untuk Anda.

Oh, sebentar. Ada yang ketinggalan. Jika Anda menyukai dua elemen di atas, ditambah dengan kisah sebuah dinasti bisnis yang 'sakit' dan penuh intrik, maka serial ini benar-benar cocok untuk Anda. Dan jika Anda ternyata punya fetish terhadap kisah perjuangan hidup yang getir dan tidak indah seperti halnya saya...

...maka serial ini sangat wajib untuk Anda tonton. :mrgreen:

 

karei-naru ichizoku title screen



 

Dengan judul Karei-naru Ichizoku, serial drama ini terdiri atas 10 buah episode dengan durasi rata-rata 40 menit per episodenya. Adapun di negeri asalnya, serial ini ditayangkan selama bulan Januari hingga Maret 2007 yang lalu.

Seperti apa sebenarnya film ini? Here goes the review...

 

The Story (no major spoiler here)


 

Jepang, tahun 1966. Tak lama setelah kekalahan dalam Perang Dunia II, Negeri Matahari Terbit disibukkan oleh usaha pembangunan kembali wilayah mereka. Seiring dengan tingginya permintaan untuk infrastruktur, industri baja naik daun menjadi sektor vital dalam perekonomian -- terutama untuk kepentingan sipil dan pengembangan alat-alat berat.

Kisah bergulir dalam kehidupan Teppei Manpyo, yang kebetulan merupakan putra tertua dari klan bisnis Manpyo. Keluarga Manpyo merupakan dinasti yang memiliki sebuah bank secara turun temurun. Meskipun demikian, Teppei tampaknya memiliki pertimbangan lain -- ia adalah seorang insinyur metalurgi, dan ia lebih tertarik memimpin perusahaan baja dibandingkan mengelola bank milik keluarga.

 

blast-furnace



 

Meskipun demikian, hubungan antara Teppei dan keluarga Manpyo cenderung tidak harmonis. Ia selalu berseberangan dengan sang ayah; dan kekakuan serta aura dingin keluarga Manpyo tampak membuatnya tidak betah. Adalah beban tersendiri bahwa ia dan istrinya Sanae harus bertahan tinggal di keluarga tersebut untuk waktu yang lama.

Masalah dimulai ketika pemerintah Jepang mencanangkan berlangsungnya restrukturisasi ekonomi, di mana bank-bank kecil akan di-merger dengan bank besar untuk mengimbangi penanaman modal asing yang masuk ke Jepang. Hal ini menimbulkan kepanikan tersendiri di kalangan perbankan, terutama keluarga Manpyo yang berpotensi kehilangan badan usaha mereka.

Dan ketika Teppei sedang membangun proyek besar untuk masa depan pabrik bajanya, ia tidak tahu bahwa sebentar lagi akan terjadi prahara besar: perpecahan di keluarga Manpyo, intrik perbankan yang dilakukan sang ayah, hingga rahasia kelam mengenai sejarah keluarga Manpyo -- sejarah yang melibatkan kegetiran mendalam antara dirinya, sang ayah, serta almarhum kakek yang selalu diidolakannya.

***



Diangkat dari sebuah novel berjudul sama, drama Karei-naru Ichizoku (atau sering disingkat Karei) bisa dibilang memiliki kualitas plot sangat mumpuni. Setidaknya, terdapat tiga arc yang saling overlap sepanjang sepuluh episode berlangsungnya serial ini.

Masalah ekonomi dan perjuangan sang ayah (Daisuke Manpyo) dalam mempertahankan banknya saja bisa dibilang 'cerdas' dan intriguing. Bayangkan spionase yang melibatkan pegawai Departemen Keuangan; pengaruh politisi kawakan; serta permainan kotor demi menjatuhkan seorang presiden bank. Ini saja, kalau berdiri sendiri, sudah bisa dibilang storyline kelas wahid.

 

daisuke manpyo



 

Begitupun, ini masih belum selesai. Masih ada dua arc lagi. Pertalian anggota keluarga dan rahasia keluarga Manpyo bisa menjadi sebuah arc yang mandiri; dengan segala sejarah dan tingkah laku sang kakek di masa lalu. Dan perjuangan Teppei dan pabrik bajanya, ditambah perseteruannya dengan sang ayah, adalah sebuah grandeur yang, lagi-lagi, cukup tangguh untuk jadi cerita tersendiri.

Hebatnya? Semua itu dirangkai dalam satu storyline yang komplet dan saling berkaitan. Ditambah dengan banyaknya twist yang di luar dugaan yang mewarnai perseteruan Teppei vs. Daisuke, saya tak bisa berkata apa-apa lagi selain...

Just really, really savant storytelling. :cry:

 

teppei v. daisuke



 

Di sisi lain, cast untuk serial ini bisa dibilang cukup sesuai dengan karakter yang mereka perankan. Daisuke Manpyo tampil bersinar sebagai ayah (dan suami) yang pernah dikhianati dan kehilangan harga diri. Teppei Manpyo tampil sebagai pengusaha muda idealis yang -- seiring kerasnya hidup -- perlahan-lahan menjadi grim dan tampak terbebani. Ataru Mima terlihat meyakinkan sebagai tipikal cowok-cool-ambisius berkacamata (walaupun masih kalah keren daripada Mishima-san, :P ); sedangkan Ginpei Manpyo tampak sebagai pria yang sejak lama menyerah di bawah tekanan sang ayah yang menjadi kepala keluarga Manpyo.

...dan saya juga harus menyebutkan Sanae Manpyo yang diperankan oleh Kyoko Hasegawa. Entah kenapa saya sangat ngefans sama istrinya Teppei ini: cantik, ramah, elegan, dan setia pada suami di saat-saat paling berat dalam hidup. What more can you ask? ;)

 



 

Adapun soal musik... well, sebenarnya sih musiknya tidak jelek. Hanya saja saya tak terlalu suka insert song yang beberapa kali muncul. Sebuah lagu bahasa Inggris yang judulnya entah-apa; mungkin bukan selera saya saja, sih. ^^;; Scores-nya sendiri bisa dibilang cukup lumayan, walaupun nggak sedahsyat komposisinya One Litre of Tears juga. ^^

...

...

Jadi?

Well, seperti yang sudah saya sampaikan, drama ini mempunyai kelebihan di bidang plot dan storyline. Cast-nya sangat mendukung; dan musical scores relatif baik... walaupun tidak luar biasa amat. Jika Anda menyukai cerita dengan plot yang kompleks dan twist yang tidak terduga, maka kemungkinan Anda akan memfavoritkan serial ini. ;)


 

-----
 

Pros:
    Plot bernuansa politik dan perbankan, banyak twist tak terduga

    Multiple story arcs

    Cast memadai


 
Cons:
    Musik agak standar


 
Additional Notes:

    Tingkat kegetiran tinggi. Bukan buat Anda yang suka light-hearted drama

    Istrinya Teppei cakep lho? :P

 

Personal rate: 9.5/10

 
 
 
Current Location: Bandung, INA
 
 
HQM a.k.a Sou
23 February 2008 @ 05:38 pm
Akhirnya, saya menggambar wallpaper lagi di tahun 2008 ini. Dan untuk kali ini...

...tampaknya saya lagi punya fetish terhadap beberapa barang TYPE-MOON. Jadi, setelah tadi pagi mem-post parodi yang melibatkan Tsukihime, ternyata sekarang saya merilis sebuah wallpaper yang menampilkan seorang karakter ciptaan mereka. ^^

Menampilkan Shiki Ryougi dari Kara no Kyokai, wallpaper kali ini mengetengahkan nuansa hutan musim gugur di sore hari. Background-nya dikembangkan dari montase screenshot anime Kanon 2006; dan bahan mentahnya dari sini. Sempat ada masalah pas harus menyeimbangkan komposisi warna material (ungu) dengan keseluruhan wallpaper (jingga); tapi untungnya hambatan ini bisa diatasi dengan baik. ^^ seenggaknya ada yang bilang begitu

Deskripsi lebih lengkap bisa dibaca di entry MiniTokyo yang bersangkutan. Here goes: Into The Deep Forest, featuring Shiki Ryougi dari Kara no Kyokai. Ukuran 1280x960 px.

Klik pada thumbnail untuk memperbesar, atau visit my gallery. ;)






 

Title:
Into The Deep Forest

Size: 1280x960 px
-- click on thumbnail to download</li>

[visit my gallery]
-- to see other works by me

[MiniTokyo Gallery Submission]
-- higher resolution of this image @ 1600x1200 px.
-- free register first to download


 

-----

Ps:

Masuk elite gallery di MT. Yay. :mrgreen:
 
 
Current Location: Bandung, INA